Latar Belakang, Tokoh, dan Dampak Pertempuran Ambarawa

Edukasistan.com - Hello guys! setelah sebelumnya kita sudah membahas mengenai Pertempuran di Surabaya maka pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Pertempuran yang terjadi di Ambarawa, Mulai dari Latar Belakang Pertempuran Ambarawa, Tokoh yang terlibat dalam Pertempuran Ambarawa sampai dengan Dampak Positif dan Negatif Pertempuran Ambarawa. Untuk lebih jelasnya yuk pelajari materinya dibawah ini.

Kalian tau ga sih kapan terjadinya pertempuran di ambarawa? Pertempuran Ambarawa terjadi pada tanggal 20 Oktober 1945 s/d 15 Desember 1945. Pertempuran Ambarawa merupakan sebuah peristiwa dimana rakyat indonesia melawan pertempuran dengan Sekutu yang terjadi di Ambarawa, sebelah selatan Semarang, Jawa Tengah


Dalam mempertahankan dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, para tokoh penting pergerakan kemerdekaan indonesia dianugerahi dengan titel atau pangkat pahlawan nasional. Salah satunya yakni Jenderal Soedirman. Jenderal Soedirman Tidak hanya di kenal dengan taktik gerilyanya,

Tetatpi beliau dikenal juga sebagai jendral yang mengalami bermacam pertempuran kota, salah satunya yaitu pertempuran yang berlangsung di Ambarawa, ataupun sering kita sebut dengan pertempuran Ambarawa. Dimana, Pasukan Jenderal Soedirman berjuang untuk melawan Inggris serta Belanda.

Baca Juga : Materi CPNS

Sesuai dengan namanya, Pertempuran Ambarawa atau Palagan Ambarawa merupakan suatu insiden perlawanan dari orang Indonesia terhadap sekutu ataupun Inggris serta Belanda yang berlangsung di Ambarawa, yang terletak di sisi selatan Semarang Jawa Tengah terjadi pada tanggal 20 November 1945 s/d 15 Desember 1945.

Pertempuran yang terjadi di Ambarawa ini, di latar belakangi dengan mendaratnya pasukan Inggris di kota Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945. Untuk lebih jelas nya yuk baca penjelasan dibawah ini

Latar Belakang Pertempuran Ambarawa

Pada tanggal 20 Oktober 1945 Pasukan sekutu mendarat di kota Semarang. Tujuan rombongan sekutu datang kesemarang yakni untuk melepaskan narapidana perang yang terletak di Ambarawa serta Magelang. Tetapi pada kenyataanya, pasukan sekutu tersebut justru mempersenjatai narapidana yang telah dibebaskan.

Tidak hanya itu saja sekutu datang ke indonesia dengan tujuan untuk (1) Menerima penyerahan kedaulatan dari tangan Jepang (2) Mengumpulkan orang Jepang buat dipulangkan kenegara asalnya (3) Menegakkan serta melindungi kedamaian dan juga menyerahkan kedualatan pada pemerintah publik serta(4) mengumbpulkan bukti keterangan mengenai kejahatan penjahat perang.

Pertempuran Ambarawa
Pasukan yang dibebaskan diambarawa yakni narapidana perang dari Eropa. Setelah romobongan sekutu membebasan para narapidana perang serta mempersenjatai narapidana mengakibatkan beberapa insiden pada tanggal 26 Oktober. Kejadian itu terjadi antara pasukan Sekutu dengan pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) saat sebelum terjandinya pertempuran Ambarawa.

Kejadian yang berlangsung saat sebelum pertempuran Ambarawa beruntung masih bisa diakhiri dengan cara melaksanakan perjanjian diantara kedua belah pihak. Perjanjain tersebut berlangsung di Magelang pada tanggal 2 November 1945 antara pemimpin kedua tokoh, yaitu Ir. Soekarno dari Republik Indonesia serta Brigadir Jenderal Bethell dari Sekutu. Adapun Perjanjian yang sukses di sepakati dalam pertemuan tersebut antara lain:

  1. Pembebasan lalu lintas di sepanjang jalan Ambarawa-Magelang baik untuk pihak Indonesia maupun Sekutu.
  2. Pihak Sekutu tetap bakal meletakkan pasukan di kota Magelang. hal ini bertujuan guna mengurus pemindahan serta melindungi gerombolan Sekutu yang jadi narapidana dikala penjajahan Jepang terjadi.
  3. Pihak Sekutu bersepakat agar tidak ada kegiatan apapun dari lembaga yang dibawanya, termasuk rombongan NICA.
  4. Di lakukannya pembatasan atas jumlah pasukan dari pihak Sekutu.

Akan tetapi, Pihak sekutu melanggar perjanjian yang telah disepakati. Akibatnya Pertempuran yang dulunya berkurang sekarang malah tambah besar tepatnya pada tanggal 20 November 1945. Pertempuran ini berlangsung antara pasukan Tentara Keamanan Rakyat yang dipandu oleh Mayor Sumarto melawan tentara dari pihak Sekutu.

Sesudah itu, Pada tanggal 21 November 1945, Pihak Sekutu menarik kembali pasukannya yang terletak di Magelang untuk menuju kearah Ambarawa. Pasukan yang ditarik tersebut turut bergabung dalam pertempuran yang terjadi di Ambarawa di bawah perlindungan pesawat tempur kepunyaan Belanda.

Tokoh Pertempuran Ambarawa

Setelah kita membahas Latar Belakang dari Pertempuran di Ambarawa sekarang yang menjadi pertanyaan ialah, Siapa saja nama- nama tokoh pemimpin pertempuran yang terjadi di Ambarawa? disini aku akan menuliskan 4 tokoh pemimpin yang harus kamu tau saat terjadi pertempuran di ambarawa. berikut 4 tokoh pemimpin tersebut.

1. Letkol Isdiman (Pemimpin Pertempuran Ambarawa)

Letnan Kolonel Isdiman merupakan kepala pasukan saat itu dikala menghadang angkatan Sekutu yang berupaya menguasai 2 desa di dekat Ambarawa. Beliau bersama dengan pasukannya berupaya melepaskan kedua desa yang di kuasai oleh pasukan sekutu, Tetapi naasnya Letkol Isdiman gugur dalam pertempuran tersebut.

Di karenakan pasukan Letkol Isdiman mendapatkan serangan dari udara pesawat Mustang milik Sekutu yang membombardir dengan memakai senapan mesin. Posisi Letkol Isdiman dikala itu terletak di SD Kelurahan buat melaksanakan serah kedudukan pada Mayor Imam Adrongi.

Letkol Isdiman mendapatkan serangan dibagian pahanya, setelah itu beliau langsung dibawa menuju rumah sakit di dekat Magelang. Tetapi didalam perjalanan menuju rumah sakit beliau meninggal dunia. Buat menghormati jasa-jasanya, dibentuk Museum Isdiman Palagan Ambarawa.

2. Kolonel Soedirman

Jenderal Besar Soedirman ialah salah satu petinggi pertempuran Ambarawa. Saat setelah kematian Letkol Isdiman, Jenderal Sudirman yang dikala itu memiliki pangkat Kolonel (Panglima Bagian V Banyumas) langsung turun kelapangan. Dikala itu, Kolonel Soedirman merasa sangat kehilangan salah satu Letkol terbaiknya, yaitu Isdiman.

Datangnya Soedirman ke area pertempuran membagikan napas terkini pada gerombolan Republik Indonesia. Kolonel Sudirman langsung melangsungkan koordinasi pada komando- komando dikala itu, alhasil membuat gerombolan Kawan terus menjadi terdeksak.

Baca Juga : Materi PKN STAN

Strategi yang dicoba merupakan melaksanakan serbuan dengan cara tiba- tiba di seluruh zona. Gerombolan kawan kesimpulannya bisa dikalahkan pada bertepatan pada 15 Desember 1945.

Wilayah Ambarawa sukses direbut kembali, sedangkan gerombolan Kawan beralih ke Semarang. Komandan Besar Jenderal Soedirman meninggal pada umur 34 tahun, persisnya pada bertepatan pada 29 Januari 1950. Beliau ialah komandan besar Tentara Nasional Indonesia(TNI) awal.

3. M Sarbini

M Sabrini merupakan salah satu pemimpin pasukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) di Magelang saat berlangsungnya Pertempuran Ambarawa. Dikala itu, tentara Sekutu berupaya buat merampas senjata kepunyaan TKR, kejadian tersebut langsung dibalas oleh pasukan yang dikomandoi M Sabrini dengan cara melakukan pengepungan dari segala penjuru arah. M Sabrini lahir di Kebumen, pada tanggal 29 Mei 1914, dan meninggal dunia pada tanggal 21 Agustus 1977 di Jakarta. Jabatan terakhirnya yaitu Letnan Jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI).

4. Brigadir Bathel

Sekarang kita bahas tokoh penting dari pihak sekutu yaitu Brigadir Bathel merupakan tokoh pemimpin dari pihak sekutu (Inggris), Brigadir Bathel melaksanakan negosiasi dan membuat perjanjian dengan Kepala negara Soekarno pada tanggal 2 November 1945, isi dari perjanjian tersebut yaitu berhubungan dengan penghentian senjata. Negosiasi ini berjalan saat sebelum pecahnya pertempuran di Ambarawa.

Dampak Positif dan Negatif Pertempuran Ambarawa

Lalu apa Dampak yang terjadi dari pertempuran di ambarawa khususnya untuk indonesia ? Dampak Pertempuran Ambarawa bisa kita tahu sehabis menganalisa insiden bersejarah ini lebih detail, Dampak pertempuran Ambarawa terbagi menjadi positif dan negatif. Berikut ini Dampak Positif dan Negatif Pertempuran Ambarawa

1. Dampak Positif Pertempuran Ambarawa

  • Kegagalan Pasukan Sekutu untuk menguasai Ambarawa mengurangi keberanian pihak Belanda untuk kembali menjajah indonesia, 
  • Pasukan tentara dan pejuang dari Indonesia berhasil membuat sekutu dan NICA mundur dan menuju ke semarang sehingga area kekuasaan Indonesia sukses direbut kembali.
  • Keberhailan pertempuran yang terjadi di Ambarawa membuat antusias juang di wilayah lain terus menjadi berkobar.

2. Dampak Negatif Pertempuran Ambarawa

  • Banyaknya kematian yang terjadi dari kedua belah pihak khususnya dari pihak indonesia.
  • Gugurnya Letkol Isdiman Suryokusumo akibat serangan dari pesawat Mustang. Beliau terserang cedera dibagian paha, kemudian dalam perjalanan mengarah rumah sakit dia meninggal. Letnan Kolonel Isdiman merupakan salah satu orang kepercayaan Kolonel Sudirman dikala itu.
  • Keamanan rakyat (penduduk setempat) Ambarawa serta Magelang terancam, apalagi menyebabkan masyarakat sipil tewas.
  • Kegiatan perekonomian serta kehidupan sosial di area pertempuran terhambat, yang sanggup mereka jalani cuma bersembunyi dari serangan- serangan pasukan Sekutu yang mengancam keselamatannya. 

Itulah beberapa Mengenai Pertempuran Ambarawa yhang bisa kita bahas Mulai dari Latar Belakang Pertempuran Ambarawa, Tokoh Penting didalam pertempuran ambarawa sampai dengan Dampak Positif dan Negatif pertempuran ambarawa. Semoga apa yang aku sampaikan bisa kalian mengerti dan apabila ada salah kata atau typo mohon maaf jangan lupa Follow Instagram kami dan sampai bertemu di materi selanjutnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel