Latar Belakang dan Isi Perjanjian Linggarjati

Edukasistan.com - Hello guys! pada materi kali ini kita akan membahas salah satu Materi TWK yaitu Perjanjian Linggarjati. Nanti kita akan membahas Latar Belakang sampai dengan isi dari perjanjian linggarjati. Sebelumnya kalian pernah denger ga sih apa itu perjanjian linggarjati? materi ini pernah kamu pelajari loh waku SMA pelajaran sejarah.

Yes bener banget Perjanjian Linggarjati merupakan perjanjian atau negosiasi antara Indonesia dengan Belanda perihal status kemerdekaan indonesia. Perjanjian Linggarjati di tandatangai di Istana Merdeka Jakarta pada tanggal 15 November 1946 lalu kemudian secara sah ditandatangan kedua belah pihak pada tanggal 25 maret 1947.


Dimana Belanda secara sah membenarkan kehadiran Republik Indonesia serta yang menandai perjanjian diplomatik besar awal dari Revolusi Indonesia. Belanda diwakili oleh Gubernur Hubertus van Mook serta Indonesia yang diwakili oleh Perdana Menteri Sutan Sjahrir.

Tetapi Pada tanggal 20 Juli 1947, satu hari saat sebelum Eerste politionele actie, Letnan Gubernur Jenderal Huib van Mook menghentikan atau membatalkan perjanjian itu. Untuk lebih lengkapnya yuk baca penjelasan dibawah ini

Latar belakang Perjanjian Linggarjati

Sesudah Indonesia mengumumkan dirinya sebagai negara yang Merdeka tanpa ada penjajahan lagi yang bertepatan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan juga telah terbebas dari penjajahan tentara Jepang. Belanda yang tadinya telah menjajajah Indonesia sepanjang kurun waktu 350 tahun setelah itu mau kembali menjajah Indonesia.

yang pada awal mulanya, pada tanggal 29 September 1945 gerombolan sekutu dan AFNEI tiba ke Indonesia( salah satu tujuannya) guna melucuti militer Jepang setelah kekalahan negeri tersebut dalam perang dunia ke II.

Namun, tanpa disadari ternyata eh ternyata kedatangan mereka nyatanya sudah diboncengi oleh NICA alias kepanjangan dari (Netherlands- Indies Civil Administration). oleh sebab itu mengakibatnkan timbulnya rasa kebingungan dari pemerintah indonesia sekaligus masyarakat Indonesia.

isi Perjanjian Linggarjati

Pemerintahan Indonesia beranggapan bahwa  negara Belanda mau kembali berupaya untuk menguasai negara Indonesia. Hingga pada akhirnya mengakibatkan bermacam pertempuran terjadi. Sebagai ilustrasi pertempuran yang berlangsung pada tanggal 10 November di Surabaya, Pertempuran di Ambarawa, Medan zona, Pertempuran Merah putih di Manado, serta pertempuran yang lainnya.

Karena kerap terbentuknya bermacam pertempuran atau peperangan yang mengakibatkan kerugian diantara kedua belah pihak. Sehingga pihak dari negara Belanda dengan Indonesia pun sependapat membuat dan melaksanakan kontak diplomasi awal di dalam sejarah kedua negara.

Negara Inggris yang berperan sebagai penengah, perantara serta penanggung jawab berusaha dalam mengatasi perselisihan politik serta angkatan bersenjata di antara kedua dengara ini.

Duta Inggris yang pada saat itu bernama Sir Achibald Clark Kerr mengundang Indonesia serta mengundang pihak dari Belanda guna melaksanakan negosiasi di Hooge Veluwe. Setelah pertemuan itu mereka menyadari bahwa menyelesaikan perselihan dengan gencatan senjata hanya akan memakan korban dari kedua belah pihak.

Akan Tetapi, negosiasi yang direncanakan sebelumnya ternyata tidak berhasil, di karena pihak dari negara Indonesia memohon agar Belanda dapat mengakui kedaulatannya atas Pulau Jawa, Pulau Madura, dan Pulau Sumatera.

Baca Juga : Materi CPNS

Namun, ternyata pihak dari Belanda cuma hendak mengakui Indonesia dari bagian Jawa dan Madura saja. Setelah itu pada akhir bulan Agustus tahun 1946, negara Inggris mengirimkan Lord Killearn ke negera Indonesia selaku upaya dalam menuntaskan negosiasi antara Indonesia dengan Belanda.

Kemudian pada tanggal 7 Oktober 1946 dilaksanakan lah negosiasi diantara Indonesia dengan Belanda yang dipandu atau dipimpin oleh Lord Killearn yang bertempat di Konsulat Jenderal Inggris di kota Jakarta.

Di dalam negosiasi awal, kesimpulannya yang didapatkan yaitu membuat perjanjian agar kedua belah pihak siap untuk menghentikan segala peperangan di tanggal 14 Oktober 1946 dan berencana kembali buat melaksanakan negosiasi lebih lanjut.

Kesimpulannya, negosiasi itu pun dilakukan dan disebut dengan Perjanjian Linggarjati yang nantinya perjanjian ini akan dilaksanakan pada tanggal 11 November 1946 dan akhirnya Perjanjian Linggarjati dilaksanakan pada tanggal 11 november s/d 15 November 1946. Lalu kemudian perjanjian tersebut ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal 25 maret 1947.

Isi Perjanjian Linggarjati

  • Belanda mengakui dengan cara de facto wilayah Republik Indonesia meliputi Jawa, Madura, serta Sumatra.
  • Akan dibangun negeri federal dengan julukan Indonesia Serikat yang salah satu negeri bagiannya merupakan Republik Indonesia
  • Dibangun Uni Indonesia- Belanda dengan istri raja Belanda selaku kepala uni
  • Pembuatan Republik Indonesia Serikat( RIS) serta Uni Indonesia- Belanda saat sebelum bertepatan pada 1 Januari 1949

Tokoh yang Terlibat Perjanjian Linggarjati

Ada sebagian tokoh berarti yang ikut serta di dalam Perjanjian Linggarjati. Sebagian tokoh yang mengesahkan Perjanjian Linggarjati antara lain yaitu sebagai berikut:
  • negara Indonesia mendelegasikan Sutan Syahrir yang berfungsi sebagai Pimpinan, Mohammad Roem, Susanto Tirtoprojo, serta A. K. Gani.
  • negara Belanda mendelegasikan Wim Schermerhon yang berperan selaku Pimpinan, H. J. van Mook, Max van Pool, F. de Boer.
  • negara Inggris yang berfungsi sebagai penghubung alias penengah diwakili oleh Lord Killearn.
  • Saksi pengunjung yang hadir di dalam perjanjian itu antara lain ialah: Amir Syarifudin, dr. Leimena, dr. Sudarsono, Ali Budiharjo, pemimpin negara Soekarno, dan Mohammad Hatta.

Perjanjian Linggarjati yang ditandatangani bertepatan pada 15 November 1946 mendapat pertentangan dari partai-partai politik yang terdapat di Indonesia. Sebab Menurut peraturan presiden Nomor. 6 tahun 1946 mengenai penambahan anggota KNIP yang mengontrol partai besar serta wakil dari wilayah luar Jawa. Tujuannya merupakan guna melengkapi struktur KNIP. Nyatanya tentangan itu masih tetap ada, apalagi kepala negara serta wakil kepala negara mengecam hendak mengundurkan diri bila usaha- usaha buat mendapatkan persetujuan itu ditolak.

Pengesahan Perjanjian Linggarjati

Pada akhirnya atau Kesimpulan, KNIP bisa mengesahkan perjanjian Linggarjati tersebut tepat pada tanggal 25 Februari 1947, bertempat di Istana Negara  yang berada di Jakarta. Lalu kemudian Persetujuan itu ditandatangani oleh kedua negara pada tanggal 25 Maret 1947.

dan asal kalian tau Bila ditinjau dari besar wilayah, kedaulatan Republik Indonesia itu justru jadi semakin mengecil, akan tetapi apabila kita memandang dari bidang poltik internasionalnya peran Republik Indonesia justru semakin meningkat kuat.

Perihal ini diakibatkan sebab penguasa Inggris, Amerika Sindikat, dan sebagian negara- negara Arab sudah membagikan pengakuan atau persetujuan terhadap kebebasan serta kemerdekaan Republik Indonesia.

Dan sebelumnya Persetujuan itu amat susah terpenuhi, sebab pihak dari negara Belanda memaknakan atau menafsirkan lain. Apalagi dijadikan sebagai alibi oleh pihak Belanda buat melangsungkan Agresi Militer Belanda 1 pada tanggal 21 Juli 1947.

Berbarengan dengan Agresi Militer I yang dicoba oleh pihak Belanda tersebut, Negara Republik Indonesia justru mengirim suruhan ke konferensi PBB dengan alasan dan tujuannya supaya posisi Indonesia di dunia global terus menjadi bertambah kokoh atau kuat.

Adapun suruhan tersebut terdiri dari Sutan Svahrir, H. Agus Salim, Sudjatmoko, serta Dokter. Sumitro Djojohadikusumo.

Kedatangan para suruhan  atau utusan dari indonesia itu menarik atensi partisipan konferensi PBB, oleh karena itu Badan Keamanan PBB menginstruksikan supaya dilaksanakan penghentian senjata dengan mengirim komisi goodwill commission dengan beranggotakan 3 negera.

Diantaranya pihak dari Indonesia menganjurkan Australia, pihak Belanda menganjurkan Belgia, serta kedua pihak dari negera tersebut mengusulkan agar negara Amerika Serikat sbagai pihak keketiga. 

Pada akhirnya orang yang dipilih yaitu Richard C. Kirby yang berasal dari Australia, Paul van Zeeland yang berasal dari Belgia, serta Frank Graham yang berasal dari Amerika Serikat. Di Indonesia, ketiga badan itu sangat populer dan biasa kita sebut dengan Komisi 3 Negara (KTN). Komisi inilah yang menjadi perantara dalam negosiasi yang akan datang. 

Nah itulah beberapa mengenai Latar belakang dan isi dari Perjanjian Linggarjati, di materi selanjutnya kita akan membahas mengenai Perjanjian Renville. semoga apa yang aku tulis diatas bisa kalian mengerti dan apbila ada salah kata aku mohon maaf dan terima kasih sudah membaca.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel