Zaman Prasejarah yang terjadi di Indonesia

Edukasistan.com - Dalam beberapa waktu yang lalu, kehidupan manusia tentulah sudah ada sejak lama. Orang dizaman sekarang berbea dengan orang di zaman lainnya. Sejarah di indonesia membuktikan banyak sekali kebudayaan dan tradisi yang berbeda-beda yang telah diwarisi oleh orang zaman terdahulu.

Sejarah indonesia banyak jenisnya, namun diartikel kali ini kita akan fokus untuk mengetahui sejarah mengenai zaman prasejarah atau orang-orang menyebutnya dengan sebutan zaman pra-aksara.

zaman prasejarah yang terjadi di indonesia
zaman prasejarah 1.0
Menurut ilmuan Denmark CJ. Thomsen zaman pra-aksara diindonesia terbagi menjadi 3 zaman yaitu zaman batu, zaman perunggu dan yang terakhir zaman besi. Konsep ini yang disebut dengan three age system karena didasarkan atas penemuan alat-alat peninggalan bangsa prasejarah.

Teori lain juga dikemukakan oleh R.P Soeroso pada tahun 1970 beliau menyatakan bahwa zaman pra-aksara diindonesia terbagi atas pendekatan sosial ekonomi seperti :

  • Zaman Berburu dan mengumpulkan makanan
  • Zaman pertanian atau bercocok tanam
  • Zaman perundagian (Kemampuan teknik)

Meskipun setiap zaman memiliki ciri-ciri khusus, namun karakteristik setiap zaman sama sekali tidak hilang. Misalkan saja pada saat zaman pertanian dimana setiap orang sama sekali tidak meninggalkan tradisi pada zaman berburu dan mengumpulkan makanan. Terkadang masyarakat masih menggunakan zaman berburu untuk mengumpulkan tambahan makanan. Dan bisa dilihat bahwa model pendekatan sosial ekonomi ini yang menjadi landasan untuk membuat periodisasi zaman prasejarah di indonesia.

Ilmu Pengetahuan Pendukung Sejarah

Sebagai sebuah induk sejarah, sejarah dapat didukung oleh beberapa ilmu pengetahuan lain agar bisa terlihat lebih menarik. Beberapa ilmu pendukung diantaranya sebagai berikut :
  • Paleontologi (ilmu tentang fosil) => merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari berbagai sisa-sisa mansia,hewan dan tumbuhan yang telah membatu dan tersisa bekas-bekas yang membuktikan adanya kehidupan manusia.  
  • Paleo-Antropologi => merupakan ilmu yang mempelajari asal-usul terjadinya perkembangan makhluk manusia dengan objek penyelidikan berupa fosil manusia purba yang tersimpan dalam lapisan bumi dan harus diperoleh oleh para peneliti dengan menggunakan metode penggalian
  • Antropologi Budaya => merupakan ilmu pengetahuan tentang peradaban maunia dari bentuk yang paling sederhana sampai tingkat yang lebih maju
  • Arkeologi atau ilmu kepurbakalaan => merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari peninggalan-peninggalan sejarah dan untuk menyusun kembali kehidupan manusia dalam masyarakat masa lalu.
  • Filologi => adalah ilmu perbandingan bahasa
  • Geologi => merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang lapisan bumi serta perbatuan sehingga kita dapat mengetahui umur dari fosil yang terdapat dalam lapisan bumi.

Pembagian Zaman Sejarah Berdasarkan Geologi

Geologi merupakan ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan berdasarkan komposisi, sifat dan prosesnya. Menurut geologi bumi terbentuk sampai sekarang berdasarkan 4 zaman praaksara, yaitu Zaman Archaikum, Paleozoikum, Mesozoikum, dan Neozoikum.
  • Archaikum (zaman tertua) => Pada zaman ini, bumi masih dalam pembentukan dan belum ada tanda-tanda kehidupan, dan pada zaman ini kira-kira berumur 2.500 juta tahun.
  • Palaeozoikum (zaman hidup tua) => Umur zaman ini kira-kira 340 juta tahun. Pada masa ini, mulai adanya tanda kehidupan seperti mikroorganisme, binatang tak bertulang punggung, beberapa jenis ikan, amfibi dan reptil.
  • Mesozoikum (zaman hidup pertengahan) => Zaman ini sering disebut juga dengan zaman sekunder. Umur zaman ini kira-kira 140 juta tahun. Zaman ini juga bisa disebut dengan zaman reptil karena banyak ditemukan hewan jenis reptil, seperti Dinosaurus dan Atlantosaurus.
  • Neozoikum atau Kainozoikum (zaman hidup baru) => Pada zaman ini, kehidupan mulai berkembang dengan pesat. dan di zaman ini terbagi menjadi zaman tersier dan zaman kuarter.

Ciri-Ciri Zaman Prasejarah Indonesia

Ciri-Ciri Zaman Prasejarah Indonesia

a. Zaman Batu

Zaman ini terbagi menjadi 4 zaman, yaitu :
1. Palaeolitikum (zaman batu tua) => Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan.
Contoh :
  • Kapak genggam : Banyak ditemukan didaerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut dengan "Chopper" (alat penetak/pemotong).
  • Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa : alat penusuk (belati) dan ujung tombak bergerigi.
  • Frakes : alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon dan dapat digunakan untuk mengupas makanan.
2. Mesolitikum (zaman batu tengah) => Zaman ini memiliki kehidupan yang tidak jauh berbeda dengan zaman batu tua yaitu berburu, mengumpulkan makanan dan menangkap ikan. mereka biasanya hidup dipinggir pantai.
Ciri-ciri zaman Mesolitikum :
  • Alat-alat dizaman ini hampir sama dengan zaman Palaeolithikum. dan juga banyak ditemukannya bukit-bukit kerang dipinggir pantai yang disebut denga "kjoken mondinger" (sampah dapur)
  • Terdapat alat zaman Mesolitikum, seperti : Kapak genggam (peble), Kapak pendek (hache Courte), dan Pipisan (batu penggiling). Alat-alat tersebut banyak ditemukan didaerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores
  • Alat-alat kebudayaan Mesolitikum yang ditemukan di gua-gua, yang disebut dengan "Abris Sous Roche". Adapun alat-alat tersebut seperti : Flaces (alat serpihan), Ujung mata panah, Pipisan, Kapak, Alat- alat dari tulang serta tanduk rusa. Alat-alat tersebut banyak ditemukan digua lawa sampung Jawa timur (istilahnya : Sampung Bone Culture = Kebudayaan Sampung yang terbuat dari Tulang).
3. Neolitikum (zaman batu muda) => Pada zaman ini kehidupan zaman praaksara sudah berkembang pesat. Dimana setiap manusia sudah ber-evolusi dalam segi kehidupan. Contoh saja mereka sudah tidak lagi bergantung dari berburu dan mulai berternak ataupun bercocok tanam dan lain sebagainya. serta dizaman ini banyak alat-alat yang terbuat dari batu mulai dihaluskan.
Contoh :
  • Kapak persegi, Misalnya Beliung, Pacul dan Torah yang banyak ditemukan didaerah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan.
  • Kapak bahu, sama seperti kapak persegi hanya saja dibagian yang diikatkan pada tangkai diberi ruang (leher). Kapak bahu hanya ditemukan di Minahasa.
  • Kapak Lonjong banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Minahasa dan Serawak.
  • Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di jawa
  • Pakaian (dari kulit kayu)
  • Tembikur (periuk belangga) ditemukan didaerah Sumatera, Jawa, dan Melolo (Sumba).
  • Manusia pendukung kebudayaan Neolitikum adalah bangsa Austronesia (Austria) dan Austro-Asia (Khamer-indochina).
4. Megalithikum (zaman batu besar) => Zaman ini merupakan perkembangan pada zaman batu yang berelasi dengan kehidupan rituan keagamaan, Pada zaman ini bayanyak diadakan upacara-upacara keagamaan atau kepercayaan orang pada zaman itu. Adapun zaman ini menghasilkan kebudayaan sebagai berikut :
  • Menhir adalah tugu batu yang didirikan sebagai tempat pemuja untuk memperingati arwah nenek moyang.
  • Dolmen adalah meja batu yang difungsikan untuk tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang yang digunakan untuk kuburan.
  • Sarkofagus atau keranda, bentuknya seperti lesung yang mempunyai tutup.
  • Kubur batu/peti mati yang terbuat dari batu besar yang masing-masing papan batunya lepas satu sama lain.
  • Punden berundak-undak merupakan bangunan tempat pemujaan yang tersusun bertingkat-tingkat.

b. Zaman Logam

Zaman logam terbagi menjadi dua zaman, yaitu zaman perunggu dan zaman besi. Pada zaman ini sebenarnya sama saja dengan zaman batu hanya saja yang membedakan adalah banyak ditemukannya logam baik besi ataupun perunggu yang dijadikan oleh mereka sebagai alat untuk menjalankan kehidupan sehari-hari.

Ciri-ciri zaman logam :
  • Kemajuan Teknologi meningkat
  • Adanya penguburan jenazah yang terbagi menjadi 2 bagian yaitu langsung dikubur ketanah atau memakai peti mati
  • Budaya zaman logam berkembang jauh lebih baik
  • Pertanian mulai berkembang dengan baik
  • Alat-alat menjadi lebih baik
1. Zaman Perunggu => Di zaman ini semua masyarakat membuat alat-alat perunggu, Diwilayah indonesia terdapat beberapa jenis peninggalan pada Zaman perunggu, diantaranya:
  • Kapak corong yang banyak ditemukan didaerah Sumatera Selatan, Jawa, Balio, Sulawesi, dan kepulauan Selayar dan Irian. Kapak ini digunakan sebagai alat perkakas.
  • Nekara perunggu (Moko) Alat ini berbentuk seperti dandang dan banyak ditemukan didaerah Sumatera, Jawa, Bali, Sumbawa, Roti, Leti, dan Kepulauan Selayar. Kegunaanya adalah untuk acara keagamaan dan maskawin.
  • Bejana Bentuknya mirip dengan gitar spanyol hanya saja tanpa tangkai. dan hanya ditemukan di daerah Madura dan Sumatera.
  • Arca-arca perunggu banyak ditemukan diBangkinang (Riau), Lumajang (Jatim) dan Bogor (Jabar).
  • Perhiasan seperti gelang, anting-anting, kalung, dan cincin.
2. Zaman Besi => Pada zaman ini, masyarakat dapat meleburkan besi untuk dituang menjadi alat yang dibutuhkan. Di Indonesia memang tidak banyak ditemukan alat seperti ini. Tetapi ada beberapa yang telah ditemukan, diantaranya:
  • Mata kapak yang dikaitkan pada tangkai dari kayu, berfungsi untuk membelah kayu.
  • Mata sabit yang digunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan.
  • Mata pisau
  • Mata pedang
  • Cangkul ,dll.

Corak Kehidupan Pada Zaman Prasejarah Indonesia dan Hasil Budayanya

Corak Kehidupan Pada Zaman Prasejarah Indonesia
Hasil kebudayaan manusia prasejarah untuk mempertahankan dan memperbaiki pola hidupnya menghasilkan dua bentuk budaya, yaitu :
  • Bentuk budaya yang bersifat spritual
  • dan bentuk budaya yang bersifat material

a. Masyarakat prasejarah

Masyarakat prasejarah mempunyai kepercayaan pada kekuatan gaib. Terdapat dua tipe masyarakat prasejarah, yaitu :
  1. Masyarakat Dinamis, yaitu mempercayai benda-benda yang dianggap gaib, misalnya saja batu dan keris.
  2. Animisme, yaitu Kepercayaan terhadap roh nenek moyang mereka yang bersemayam dalam batu-batu besar, gunung, dan pohon besar dan roh tersebut dinamakan dengan "Hyang".

b. Pola Kehidupan Manusia Prasejarah

Di zaman prasejarah Manusia memiliki dua pola, yaitu bersifat nomaden dan bersifat permanen.
  1. Bersifat nomaden (hidup berpindah-pindah) artinya memiliki pola kehidupannya belum menetap dan berkelompok disuatu tempat serta mata pencahariannya berburu dan masih mengumpulkan makanan.
  2. Bersifat permanen (menetap) artinya pola kehidupannya sudah terorganisir dan berkelompok serta menetap disuatu tempat, dan mata pencahariannya bercocok tanam. Serta mulai mengenal norma adat yang bersumber pada kebiasaan-kebiasaan. 

c. Sistem Bercocok Tanam/Pertanian

  1. Mereka mulai menggunakan pacal dan bajak sebagai alat bercocok tanam.
  2. Menggunakan hewan sapi dan kerbau untuk membajak sawah.
  3. Sistem huma untuk menanam padi
  4. Belum dikenal sistem pemupukan

d. Pelayaran

Dalam pelayaran, manusia prasejarah sudah mengenal arah mata angin dan mengetahui posisi bintang sebagai penentu arah (kompas).

e. Bahasa

  1. Menurut hasil penelitian Prof. Dr. H. Kern, bahasa yang digunaan termasuk rumpun bahasa Austronesia, yaitu bahasa Indonesia, Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia.
  2. Terjadinya perbedaan bahasa antar daerah karena faktor geografis dan perkembangan bahasa.
Itulah beberapa materi tentang zaman prasejarah yang terjadi diindonesia. Jangan lupa follow instagram kita disini dan Terima Kasih sudab membaca, Semoga bermanfaat!  

Belum ada Komentar untuk "Zaman Prasejarah yang terjadi di Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel