Konferensi Meja Bundar : Latar Belakang, Hasil, Tokoh dan Dampak

Edukasistan.com - Hello guys! dikesempatan kali ini aku akan menjelaskan mengenai Konferensi Meja Bundar Mulai dari Latar Belakang sampai dengan hasil dari Konferensi Meja Bundar. Seperti yang kita tau bahwa Konferensi Meja Bundar merupakan Lanjutan dari perjanjian sebelumnya yaitu Perjanjian Roem-Royen.


Konferensi Meja Bundar atau Perjanjian kmb merupakan suatu pertemuan yang dilaksanakan kota Den Haag, Belanda. Pada waktu itu Konferensi Meja Bundar dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 1949 sampai dengan 2 November 1949 yang dihadiri oleh perwakilan Republik Indonesia, Belanda, serta BFO atau Bijeenkomst voor Federaal Overleg.

Konferensi Meja Bundar

Seperti yang kita tau bahwa saat sebelum ada konferensi ini, Pihak indonesia dan belanda sunda beberapa kali melangsungkan 3 kali perundingan , yakni saat Perjanjian Linggarjati (25 Maret 1947), Perjanjian Renville (8 Desember 1947 s/d 17 Januari 1948), serta Perjanjian Roem-Royen (17 April 1949 s/d 7 Mei 1949). dan Konferensi ini pun akhirnya selesai dengan kemauan Belanda agar dapat mengakui dan memberikan kemerdekaan pada Republik Indonesia Serikat.

Latar Belakang Konferensi Meja Bundar

Latar belakang dari konferensi ini yakni kekalahan Belanda terhadap inindonesia. jadi mereka berniat mau meredam kemerdekaan Bangsa indonesia dengan memakai metode kekerasan. Kekalahan itu juga disebabkan Belanda mendapatkan kecaman dari dunia international. Akan tetapi sebelumnya, pihak dari Bangsa Indonesia serta Belanda sendiri sudah melaksanakan negosiasi melalui jalur diplomasi.

Kecaman dari dunia global sendiri dibuktikan dengan terdapatnya pernyataan dari Badan Keamanan Perserikatan Bangsa- Bangsa( PBB) yang mana isinya mereka mengencam serbuan tentara Belanda yang hendak dicoba pada Bangsa Indonesia.

PBB juga menyerukan pendapat ke kedua belah pihak buat menyelesaikan bentrokan dan perselisihan ini dengan cara menggunakan metode negosiasi. sebut saja metode negosiasi yang pernah dilakukan belanda dan indonesia yakni Perjanjian Linggarjati, Perjanjian Renville, dan yang terakhir Perjanjian Roem-Royen

Sehabis diadakannya Perjanjian Roem Royen yang dilaksanakan pada tanggal 7 mei, rencananya hendak diadakan suatu konferensi yang mana esoknya dihadiri oleh para tokoh yang waktu itu sedang diasingkan di Bangka. Tetapi, malah sudah diadakan lebih dulu Konferensi Inter- Indonesia pada tanggal 31 Juli sampai dengan 2 Agustus 1949 di Yogyakarta.

Konferensi itu dihadiri oleh otoritas bagian dari Republik Indonesia Serikat yang esoknya hendak dibentuk. Setelah itu, para partisipan sepakat dengan prinsip dan kerangka dasar dari konstitusi.

Perihal inilah yang setelah itu membuat perwakilan Indonesia pada tanggal 11 Agustus 1949 buat mendatangi Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda. dan barulah dimulai konferensi meja bundar pada tanggal 23 Agustus hingga 2 November 1949.

Hasil Konferensi Meja Bundar

Konferensi Meja Bundar berhasil menghasilkan sebagian perjanjian, adapun isi dari perjanjian kmb antara lain sebagai berikut ini.
  • Republik Indonesia Serikat (RIS) diakui Belanda sebagai negeri yang merdeka serta berkuasa.
  • Uni Indonesia-Belanda bakal dibangun dengan syarat Ratu Belanda sebagai ketuanya. Kesepakatan ini dilakukan dengan cara sukarela serta tiap-tiap pihak mempunyai peran dan kedudukan serta hak yang serupa.
  • Hak kepunyaan atau kepemilikan Belanda wajib dikembalikan oleh Republik Indonesia Serikat. Hak izin serta izin- izin yang terbaru buat perusahaan-perusahaan Belanda juga wajib diserahkan.
  • Hutang- hutang Belanda semenjak 1942 wajib dibayar oleh Republik Indonesia Serikat.
  • Lekas ditariknya pasukan Kerajaan Belanda dari wilayah Indonesia, dan angkatan Hindia Belanda (KNIL) harus dapat diterima sebagai Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat atau RIS.
  • Terkait dengan status dari Irian Barat, akan hendak dibahas satu tahun setelah itu.

Perjanjian ini pun ditandatangani oleh J. H Maarseveen, Mohammad Hatta, serta Sultan Hamid II pada tanggal 2 November 1949. Hasil Konferensi Meja Bundar yang sudah ditandatangani ini setelah itu dibawa ke masing-masing negara buat menemukan persetujuan dari tiap- tiap parlemen.

Untuk Indonesia, hasil Konferensi Meja Bundar dibawa ke KNIP ataupun Panitia Nasional Indonesia Pusat buat diratifikasi. Dalam konferensi KNIP yang diselenggarakan pada tanggal 6 Desember 1949, KNIP menyambut serta mengesahkan hasil Konferensi Meja Bundar dengan aransemen suara 226 orang yang menyetujui perjanjian tersebut dan 62 orang yang tidak menyetujui serta 31 orang yang meninggalkan konferensi.

Tujuan Konferensi Meja Bundar

Tujuan diadakannya Konferensi Meja Bundar di Den Haag Belanda yakni sebagai alat untuk bernegosiasi buat mengakhiri serta meredam kekerasan Belanda kepada Indonesia. Tujuan lain dilakukan konferensi ini yaitu khususnya untuk Indonesia yakni buat mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari pihak Belanda agar mereka tidak lagi melakukan penjajahan di indonesia.

Perihal ini dikarenakan sebab Belanda tetap berambisius untuk menguasai serta merebut wilayah Indonesia dengan serangan- serangannya yang amat besar, terutama mereka yang menjadi korban ialah masyarakat sipil alhasil tidak dapat melaksanakan kegiatan ekonomi serta yang lain.

Baca Juga : Materi CPNS

Tujuan dibuatnya Konferensi Meja Bundar selanjutnya ialah agar melepas keterkaitan Republik Indonesia dengan Belanda. Seperti yang kita tahu, penjajahan yang dicoba Belanda dapat dikatakan cukup lama sekali, perihal ini kemudian meninggalkan sebagian jejak kolonialisme semacam susunan atau struktur sistem negara serta infrastruktur dan juga buat menuntaskan permasalahan hutang pada masa pemerintahan Hindia Belanda pastinya.

Berikut ini merupakan poin-poin tujuan diadakannya Konferensi Meja Bundar antara lain :
  • Meredam kekerasan yang dicoba Belanda setelah Kemerdekaan.
  • Berupaya mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari pihak Belanda agar mereka tidak lagi melakukan penjajahan atas wilayah indonesia.
  • Menuntaskan perselisihan, khususnya permasalahan Hutang pemerintah Hindia Belanda.

Tokoh Konferensi Meja Bundar

Terdapat 3 pihak yang ikut turut serta didalam KMB atau Konferensi Meja Bundar, yaitu pihak dari Indonesia, pihak dari Belanda yang diwakili BFO serta terakhir pihak dari UNCI atau United Nations Comissioner for Indonesia yang tugasnya sebagai penengah.

1. Pihak Indonesia

Pihak Indonesia yang diketuai oleh Drs. Mohammad Hatta jadi secara keseluruhan termasuk Mohammad Hatta menjadi 12 perwakilan, antara lain: Drs. Mohammad Hatta, Nir. Moh. Roem, Profesor Dokter. Mr. Supomo, Dokter. J. Leitnena, Mr. Ali Sastroamicijojo, Ir. Djuanda, Dokter. Sukiman, Mr. Suyono Hadinoto, Dokter. Sumitro Djojohadikusumo, Mr. Abdul Dermawan Pringgodigdo, Kolonel T. B. Simatupang, serta Mr. Muwardi

2. Pihak Belanda

Dalam Konferensi Meja Bundar, pihak Belanda diwakili oleh BFO atau Bijeenkomst voor Federaal Overleg yang merupakan perwakilan dari bermacam negara yang diciptakan Belanda di kepulauan Indonesia. Perwakilan BFO ini dipandu oleh Sultan Hamid II dari Pontianak. sedangakan untuk Perwakilan Belanda itu sendiri dipimpin oleh Mr. van Maarseveen.

3. Pihak UNCI

Pihak UNCI atau kepanjangan dari United Nations Comissioner for Indonesia yang berperan sebagai penengah jalannya konferensi antara Indonesia serta Belanda. Penyusunan UNCI dicoba sebagai penengah serta jembatan perdamaian bentrokan Indonesia serta Belanda. untuk UNCI itu sendiri diwakili oleh Chritchley.

Dampak Konferensi Meja Bundar

Pengesahan serta penandatanganan isi Konferensi Meja Bundar dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 1949. Selanjutnya hasil dari KMB ini lalu di informasikan pada Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Setelah itu Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) melaksanakan konferensi pada tanggal 6 - 14 Desember 1949 guna mangulas hasil dari KMB.

Ulasan hasil ketentuan KMB dilakukan dengan menggunakan metode pemungutan suara dari para partisipan, hal hasil akhir yang dicapainya merupakan 226 suara sepakat, 62 suara menyangkal, serta 31 suara meninggalkan ruang konferensi.

Baca Juga : Materi TWK

Jadi dengan begitu, KNIP sah menyambut hasil KMB. Kemudian pada tanggal 15 Desember 1949 diadakanlah pemilihan Kepala negara Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan caIon tunggal Ir. Soekarno yang kesimpulannya terpilih sebagai kepala negara.

Pada 15 Desember 1949, Soekarno selaku calon tunggal terpilih sebagai kepala negara Republik Indonesia Serikat. Adapun Dampak Postif dan negatif dari Konferensi Meja Bundar (KMB) yaitu sebagai berikut :

1. Dampak Positif Konferensi Meja Bundar

  • Semua angkatan Belanda di Indonesia ditarik kembali ke negaranya secara keseluruhan
  • Penarikan itu menghasilkan perang antara Indonesia serta Belanda menjadi berakhir
  • Setelah itu, Belanda secara terbuka membenarkan kedaulatan Indonesia
  • Semenjak saat itu, Indonesia mulai melaksanakan perbaikan besar- besaran, semacam pembangunan serta perubahan.
  • Kapal- kapal perang Belanda hendak ditarik dari Indonesia dengan peringatan sebagian korvet bakal diserahkan kepada RIS.

2. Dampak Negatif Konferensi Meja Bundar

  • Semua hutang dari tahun 1942 berpindah tanggung jawab, seluruhnya jadi milik Indonesia
  • Dengan dibentuknya RIS, sehingga demokrasi yang di cita-citakan tidak terselenggara.
  • Penanganan permasalahan Irian Barat jadi tertunda, alhasil belum diakui milik Indonesia
  • Republik Indonesia jadi terpecah- pecah jadi negeri bagian yang terdiri dari Negeri Indonesia Timur, Negeri Jawa Timur, Negeri Pasundan dan Jakarta, Negeri Sumatera Timur, Negeri Sumatera Selatan, Jawa Tengah, serta lain-lain
  • Terbentuknya Republik Indonesia Serikat( RIS) membuat Indonesia jadi suatu negara bagian dari pemerintah Belanda.

Nah itulah beberapa mengenai Konferensi Meja Bundar atau KMB yang telah aku bahas mulai dari Latar Belakang KMB, Hasil dan isi dari KMB, Sampai dengan Tokoh dan Dampak yang ditimbulkan dari Konferensi Meja Bundar. Semoga apa yang aku tulis bisa bermanfaat dan berguna untuk kalian dan apabila ada salah kata atau typo mohon maaf dan terimakasih sudah membaca. Jangan lupa Follow instagram kita. sampai bertemu diartikel selanjutnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel